Rabu, 10 Oktober 2012

Harumnya Sang Putra Fajar

0 komentar

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam memainkan politik di dunia internasional, menjadi spirit baru bagi negara-negara Asia dan Afrika di masa lalu untuk merdeka. Kawan maupun lawan dibuat segan oleh pandangan-pandangannya. Akhasil, sederet pujian dan anugerah disematkan pada diri Sukarno ke dalam berbagai manifestasi. Berikut uniknya.com, himpun 5 diantaranya:

1. Mesjid Biru Soekarno di St. Petersburgh
Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Semua berawal ketika sang presiden pada tahun 1955 silam, berkunjung ke kota terbesar kedua di Russia ini. Kala itu, Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Dari dalam mobil itu, Soekarno sekelebatan melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya, yang kelak diketahuinya sebagai Mesjid yang telah dijadikan sebuah gudang senjata.

Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak. Dalam pertemuan itulah Soekarno melontarkan kekecewaannya pada penguasa tirai besi Soviet Nikita Kruschev, perihal mesjid indah yang dilihatnya. Seminggu setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi. Tetapi, umat muslim hingga saat ini sangat berterima kasih dan meyakini bahwa Soekarno orang dibalik semua ini. Maka tak heran jika muslim di St. Petersburg menjuluki mesjid ini dengan Mesjid Biru Sukarno.

2. Jalan Ahmad Soekarno di Mesir

Puncak harmonisnya hubungan RI – Mesir, terjadi ketika kedua negara ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dari Indonesia dan Gammal Abdul Nasser dari Mesir. Untuk diketahui, Presiden Indonesia pertama dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama Ahmad dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad, lengkapnya Mohammad Hatta. Keduanya (Ahmad dan Muhammad) merupakan nama-nama Islami.

Tercatat, enam kali Soekarno menggunjungi negeri firaun ini.Selain itu, persahabatannya dengan Nasser dan aktifitas keduanya sebagai pemrakarsa di Konferensi Asia-Afrika, membuat nama Presiden Soekarno begitu harum di mata pemerintah dan rakyat Mesir, sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir. Letaknya bersebelahan dengan Jalan Sudan, Daerah Kit-Kat Agouza Geiza. Jalan ini bisa dicapai dari kawasan mahasiswa di al-Hay al-Asyir (Sektor 10) Madinat al-Nashr (Nasr City) dengan menaiki bus hijau nomor 109 dan 167.

3. Jalan Soekarno di Maroko

Jika di Jakarta ada jalan bernama Casablanca, sebuah kota terkenal di Maroko, maka di Maroko juga terdapat nama-nama jalan berbau Indonesia. Tak tanggung-tanggung nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, ‘dicatut’ menjadi nama jalan di Ibokota Maroko, Rabat. Rupa-rupanya Maroko terkesan dengan sosok Soekarno. Nama jalan tersebut diresmikan sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V saat kunjungan beliau ke Maroko pada 2 Mei 1960. Nama jalannya waktu itu: ‘sharia Al-Rais Ahmed Sukarno’ yang sekarang terkenal dengan nama Rue Suokarno. Jalan ini berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko.

Dipilihnya nama Soekarno, karena Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan terhadap Presiden Soekarno. Seperti diketahui, hasil KAA saat ini mulai dirasakan oleh negara-negara peserta, termasuk Maroko sendiri. Sebagai bentuk persahabatan dua bangsa, di Jakarta pun kita temui ruas jalan dengan nama Jalan Casablanca.

4. Jalan Soekarno di Pakistan


Pakistan begitu menghormati Bung Karno. Ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar, di Lahore. Penamaan Soekarno ini tidak lepas dari sepak terjang kedua negara. Pakistan sangat segan kepada sosok Bung Karno. Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965. Sebaliknya, pendiri Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah pernah meminta menahan seluruh pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, ketika Belanda ingin menyerang Indonesia.

5. Perangko Soekarno di Kuba

Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro dan salah seorang pemimpin gerilya Kuba kelahiran Argentina, Che Guevara. Perangko bernilai historis dan patriotik itu,  diterbitkan untuk mengenang hubungan diplomatik kedua negara, sekaligus berkenaan dengan perayaan HUT ke-80 Fidel Castro.

Bung Karno mengunjungi Havana, Kuba, pada tanggal 9 hingga 14 Mei 1960. Ia menjadi kepala negara pemerintahan asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah Revolusi 1959. Di bandara udara, Bung Karno yang dianggap ikut menginspirasi revolusi Kuba disambut oleh tokoh-tokoh penting Kuba selain Presiden Osvaldo Dorticos, Perdana Menteri Fidel Castro Ruz, dan Gubernur Bank Nasional Che Guevara juga Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia


Pemerintah Indonesia juga menghargai jasa prajurit Pakistan, yang ketika itu ikut rombongan sekutu. Rombongan ratusan prajurit Pakistan itu tadinya diperintahkan menyerang Indonesia ketika sekutu sampai di Surabaya November 1945. Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan medali Indenpendece War Awards kepada tentara Pakistan ini.
Read full post »

Negosiasi ala Bung Karno

0 komentar


Kisah ini dimulai dengan adegan berikut.

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, Tolong bebaskan pilotku. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Ike itu adalah D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. 


Kali ini Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
 Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan juragan kaya, Amerika.Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika maju kena mundur kena. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.
Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah memiting leher Allen Pope sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).
 Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.
 Mungkin bahkan Bung Karno sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA. 
Bung Karno bersama "Ike"
Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan.....ehhh Bung Karno malah teriak, Go to hell with your aid!. Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.
 Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.
 Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.

Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang. Setelah itu dia masih sempatminta rokok.

Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.
 Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.
 Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika. 
Bersama Kennedy

Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama memiting leher Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.
Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu merangkul Soekarno. Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: bebaskan Pope.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.
Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.

Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker. 
Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas kebaikan Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope. Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.

Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian????




Read full post »

Selasa, 09 Oktober 2012

GARUDA

0 komentar

 

 Garuda merupakan gambaran seekor burung yang tidak nyata. Kita dapat melihat bentuk Garudamukha pada relief-relief candi di Indonesia, seperti Candi Prambanan (Jawa Tengah), Candi Penataran (Blitar), Candi Tigawangi seperti gambar disamping (Kediri) , Dinding bangunan makam Setono Gedong/Mbah Wasil (Kediri). Gambaran bentuk burung Garuda terdapat dalam kitab ajaran Hindu. Dalam ajaran agama Hindu kita mengenal adanya Tri Murti, yaitu ;
1. Syiwa (Dewa penguasa dan perusak alam semesta) yang mempunyai laksana seekor Lembu    Nandi
2. Brahma (Dewa Pencipta alam) yang mempunyai laksana seekor angsa
3. Wisnu (Dewa Pelindung Dunia) yang mempunyai laksana seekor burung bernama Garudamukha, yaitu seekor burung yang berwajah setengah raksasa.

 Gambaran jelas bentuk dari garudamukha dapat kita lihat di Museum Trowulan Mojokerto. Di museum ini terdapat arca perwujudan Airlangga sebagai dewa Wisnu yang sedang menunggang Garuda. Arca yang sangat bersejarah ini sekarang dalam kondisi yang cukup baik setelah diadakan perawatan dengan menggunakan klem dari baja, mengingat kondisinya yang sudah retak-retak bahkan patah di bagian-bagian tertentu.
Keterangan Gambar : Patung perwujudan airlangga sebagai Dewa Wisnu yang sedang mengendarai Garuda (sekarang disimpan di museum Trowulan Mojokerto)
Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Bentuk burung ini tidak akan kita jumpai di kehidupan nyata, karena hanya ada di dalam ajaran agama Hindu. Didalam Kitab Ramayana karya Mpu Walmiki kita mengenal adanya “Burung Jathayu” yang bentuknya sama dengan Garuda. Dalam kitab tersebut Jathayu digambarkan bertarung melawan Rahwana karena ingin menyelamatkan dewi Shinta yang diculik oleh Rahwana. Gambaran sifat Jathayu ini sama dengan Garudha yang mempunyai sifat sebagai pelindung
Dalam kehidupan nyata kita dapat mempersonifikasikan burung Garuda ini dengan burung Rajawali, seekor burung yang dijuluki Raja Udara karena keperkasaannya. Gambaran bentuk kepala burung rajawali inilah yang digunakan oleh Sultan Hamid II dari Pontianak untuk menggambarkan bentuk burung Garuda, atas tugas dari presiden Soekarno. Bahkan kita banyak yang kurang tahu bahwa nama lengkap dari lambang negara kita adalah “RAJAWALI GARUDA PANCASILA”, karena kita lebih familier dengan nama Garuda Pancasila

Mengapa Burung Garuda, bukan Burung Rajawali ....?
Untuk membahas masalah ini ada pesan Presiden Soekarno


Dalam pidatonya yang sangat terkenal “JAS MERAH”.
Jangan Sekali-kali Melupakan sejaRAH...!!!! Bangsa yang melupakan sejarah bangsanya sendiri niscaya akan hancur. Sejarah adalah masa lampau. Masa lampau adalah pengalaman dan Pengalaman adalah Guru yang terbaik....... Dengan kata lain "sejarah adalah masa lampau yang dapat digunakan sebagai pengalaman atau cermin untuk melangkah ke masa depan......"
Kembali ke Garudha. Pada masa berkembangnya kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia di Negara kita muncul beberapa Kerajaan Hindu yang besar dan sangat disegani oleh kerajaan-kerajaan lain. Bahkan ada kerajaan Hindu yang kekuasaan sangat luas sampai ke Asia Tenggara, yaitu Majapahit. Banyak dari kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia waktu itu menggambarkan sosok penguasanya ( rajanya ) sebagai Dewa Wisnu, dewa pelindung dunia yang mempunyai laksana seekor Garudhamukha. Karena selalu bersama dengan wisnu Garudha juga mempunyai sifat sebagai pelindung yang dipercaya akan melindungi rakyat dari segala marabahaya.
Nampaknya sejarah panjang kebesaran kerajaan-kerajaan Hindu inilah yang mengilhami pemikiran pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno untuk menggambarkan sosok “Garuda” ini menjadi lambang negara RI. Bahkan pada sosok Rajawali garuda Pancasila ini ditambahkan sebuah pita dengan tulisan “Bhineka Tunggal Ika”. Sebuah semboyan yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Majapahit pada abad ke 15, "Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa" Semboyan ini terdapat dalam sebuah Kitab yang ditulis oleh Mpu Tantular, yaitu Sutasoma. Sebuah buku yang menggambarkan bagaimana rukunnya masyarakat Majapahit pada waktu itu walaupun mempunyai berbagai macam agama atau keyakinan. Keadaan ini persis sama dengan keadaan bangsa Indonesia yang merupakan bangsa paling majemuk di seluruh dunia, mulai dari Suku, Agama, Adat maupun Ras.
Bahkan lambang Garudhamuka ini juga dapat kita jumpai pada bangunan peninggalan budya Islam, yaitu sebuah masjid dan makam auliya Sunan Wasil/Mbah Wasil di Kelurahan Setono Gedong Kecamatan Kota, Kota Kediri. Pada bangunan makam ini terdapat relief Garudhamukha yang mengembangkan sayap dengan kepala menoleh ke kanan. Ini menggambarkan bahwa akulturasi budaya bangsa Indonesia begitu kuat (akulturasi budaya Hidu dan Islam). Saling menghargai dan menghormati kebudayaan dan keyakinan masyarakat sangat tinggi, sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Kesimpulannya bahwa pemakaian lambang Garuda dengan sayap mengembang dilengkapi Pita bertulis Bhineka Tunggal Ika bermakna bahwa pada saat itu para pemimpin kita dibawah Pemerintahan Soekarno mengidamkan bangsa Indonesia yang sangat majemuk ini menjadi bangsa yang damai, aman dan tenteram yang diibaratkan dibawah kepemimpinan penguasa yang mempunyai sifat seperti dewa Wisnu, yaitu melindungi rakyat dari segala marabahaya dan menjamin kesejahteraan rakyat.



Read full post »

Senin, 08 Oktober 2012

Lambang Kota Bitung

0 komentar


Hai pembaca.. ada yang tahu tidak arti dari lambang Kota Bitung? mungkin ada yang menerka-nerka dalam pikiran lambang kota seperti apa? apa hayoo..sebagai warga kota Bitung sudah sepatutnya kita mengetahui arti dari lambang yang biasanya kita kenali di seragam para PNS ataupun biasa kita lihat di kantor-kantor pemerintahan. Lambang Kota Bitung baik Bentuk dan penggunaan lambang daerah Kota Bitung, diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 1 Tahun 1991.



Bentuk, warna dan bagian-bagian lambang :

a. Lambang Daerah berbentuk segi lima, bis luar berwarna merah dengan warna dasar biru laut.
b. Di tengah lambang terdapat gambar setangkai daun pohon bitung berjumlah 17 helai berwarna hijau, dihubungkan oleh 8 lingkaran kecil berbis hitam dengan setangkai mayang bunga kelapa yang belum mekar berjumlah 45 berwarna kuning emas. 

Di tengahnya terdapat sketsa yang terdiri dari :
- Dua ekor ikan berwarna perak
- Sebuah jangkar kapal berwarna perak
- Sebuah bangunan industri
- Sebuah bangunan kantor pemerintahan
- Sebuah bangunan perdagangan
- Seekor burung Manguni berwarna hitam
- Gunung Duasudara berwarna hijau.

c. Di bagian bawah terdapat pita putih berbis merah bertuliskan Kota Bitung.
Arti gambar-gambar pada lambang daerah :

a. Bentuk segilima lambang daerah mengartikan bahwa Pancasila sebagai Dasar NKRI dan sebagai falsafah dan pedoman hidup, mendasari dan menjiwai segala segi kehidupan.
b. Setangkai daun pohon bitung. Sejarah nama Kota Bitung diambil dari nama pohon bitung. Jumlah helai daunnya 17 melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
c. Lingkaran kecil berjumlah 8 buah melambangkan bulan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
d. Setangkai mayang bunga kelapa yang belum mekar berjumlah 45 simbol tahun Proklamasi Kemerdekaan, juga tanda kemakmuran, kemurnian dan keluhuran masyarakat dalam mencapai cita-cita adil dan makmur.
e. Dua ekor ikan warna perak melambangkan kekayaan laut Bitung, sebagai penghasil dan pengekspor ikan.
f. Sebuah jangkar kapal menggambarkan Bitung sebagai Kota Pelabuhan yang menjadi gerbang utama melalui laut.
g. Bangunan industri melambangkan dimensi Kota Bitung dengan ditetapkannya sebagai pusat kawasan industri Sulawesi Utara.
h. Bangunan kantor pemerintah bermakna bahwa semua potensi yang ada merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien bagi kepentingan pembangunan daerah.
i. Bangunan perdagangan lambang dimensi lain dari Kota Bitung yang sangat menentukan dinamika kehidupan perekonomian.
j. Gambar Gunung Duasudara dengan warna hijau melambangkan letak geografis Kota Bitung yang berada di kaki Gunung Duasudara yang subur.
k. Burung Manguni symbol keperkasaan, kewaspadaan dan mewarisi nilai-nilai budaya dengan semangat Mapalus.

Penjelasan warna :
a. Biru Laut : Simbol ketenteraman, kebahagiaan, kesetiaan, kehormatan, keluhuran dan simbol Kota Bitung sebagai Kota Pelabuhan.
b. Kuning : Simbol kemakmuran, kejayaan dan kemurnian dalam melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya terhadap Bangsa dan Negara.
c. Hijau : Simbol kesuburan alam sebagai potensi kehidupan masyarakatnya dalam mendukung pembangunan
d. Perak : Simbol kejayaan dan kemegahan daerahnya.
e. Putih : Simbol kesucian hati, citra yang bersih dalam menjalankan tugas.
f. Merah : Simbol keberanian dan jiwa perwira untuk membela Bangsa dan Negara.
g. Hitam : Simbol sifat persatuan dan kesatuan
h. Burung Manguni symbol keperkasaan, kewaspadaan dan mewarisi nilai-nilai budaya dengan semangat Mapalus.

Read full post »

Situs Sejarah Selat Lembeh

0 komentar


MAWALI wreck yang arti secara harafiah rongsokan Mawali adalah salah satu titik selam di Selat Lembeh yang ternyata memiliki nilai historis. Sepertinya namanya, di titik ini terdapat bukti sejarah perang dunia ke-II yang memperlihatkan rongsokan kapal perang Jepang yang bernama Mawali yang karam di zaman perang dunia ke II. Kapal kargo ini terbakar dan karam di Selat Lembeh, di tahun 1943.
Nilai historis ini yang menjadi daya tarik utama para penyelam selain keindahan karang dan biodata laut. Karena mereka bisa melihat langsung bukti sejarah kapal perang dunia ke II dengan panjang sekira 65 meter ini. Mawali wreck bisa ditemukan di kedalaman 15 –30 meter di bawah laut Selat Lembeh. Rangka kapal ini sudah tertutup dengan karang lunak dan lumut berpuluh-puluh tahun. Sehingga secara sepintas dari atas tidak tampak seperti kapal karam. Struktur bentuk standar kapal bisa terlihat jika berkeliling dari hilir, atau mengamati secara seksama posisi bentuk kapal dari atas ke bawah. Meskipun keadaan kapal karam ini masih utuh, tetapi tidak aman untuk dinaiki karena ketidakstabilan struktur akibat usia dan pengaruh air laut. Ada batasan tertentu dimana penyelam diperbolehkan untuk mengeksplorasi dan melihat dari jarak yang aman. Mawali Wreck Dive Spot, berada persis di pinggir alur hilir mudik kapal-kapal yang melewati Selat Lembeh. Dengan arus air yang cukup kuat pada siang hari dan dikombinasikan dengan kedalamannya maka sangat dianjurkan bagi para penyelam melakukan penyelaman pada pagi hari. Karena di pagi haris visibility masih sangat baik dan belum berarus. Selain itu pula bagi para penyelam profesional yang suka melakukan penyelaman dua hingga empat kali sehari dianjurkan untuk menjadikan lokasi pertama titik ini karena berhubung dengan kedalamannya. Rangka kapal ini pun menjadi tempat hidup beragam biota laut yang ada di Selat Lembeh. Makhluk laut unik yang bisa ditemui seperti Scorpion Fish, Spotted Barramundi Cod, Ghost Pipefish, Stonefish, Batfish, Frogfish, School of Shrimpfish, Banded Sea Snake, Leatherjacket Fish, Tozeuma Shrimp, Pygmy Seahorse, dan Lionfish.
Dinding kapal yang telah dipenuhi lumut sedang dijelajahi oleh penyelam. 


*chanlyMP*
Read full post »

Minggu, 07 Oktober 2012

Pidato Bung Karno "Marhaen, Marhaenis, Marhaenisme"

0 komentar

Pidato Bung Karno didepan Konferensi PARTINDO, Mataram, Jogjakarta 1933

TENTANG MARHAEN, MARHAENIS, MARHAENISME
  1. Marhaenisme yaitu Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi
  2. Marhaen yaitu kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
  3. Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak proletar oleh karena perkataan proletar sudah termaktub didalam perkataan Marhaen, dan oleh karena perkataan proletar itu bisa diartikan bahwa kaum tani dan kaum lain-lain kaum melarat tidak termaktub didalamnya.
  4. Karena Partindo berkeyakinan bahwa didalam perjoangan, kaum melarat Indonesia lain-lain itu yang harus menjadi elemen-elemennya (bagian-bagiannya), maka Partindo memakai perkataan Marhaen itu.
  5. Di dalam perjuangan kaum Marhaen, maka Partindo berkeyakinan bahwa kaum Proletar mengambil bagian yang paling besar sekali.
  6. Marhaenisme adalah Azas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang dalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen.
  7. Marhaenisme adalah pula Cara Perjoangan untuk mencapai susunan negeri yang demikian itu, yang oleh karenanya harus suatu cara perjoangan yang Revolusioner.
  8. Jadi Marhaenisme adalah: cara Perjoangan dan Azas yang ditujukan terhadap hilangnya tiap-tiap Kapitalisme dan Imperialisme.
  9. Marhaenisme adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia yang menjalankan Marhaenisme.
Read full post »

Sabtu, 06 Oktober 2012

Gerakan Membaca Buku

0 komentar


Judul : Dasar-dasar Pokok Marhaenisme


Penulis : Panitia Lima

Penerbit : Garoeda Buana Indah

Halaman : 87

Tahun perumusan 1961

Buku kecil ini merupakan rumusan Panitia Lima pada tahun 1961 yang terdir:i dari Suwirjo, Sajuti Melik, Osa Maliki, Roeslan Abdulgani, dan Ali Sastroamidjojo sebagai ketua. Adapun konsep Marhaenisme berasal dari Soekarno pada tahun 1927. Konsep ini muncul sebagai antithesa terhadap thesa kolonialisme yang membelenggu rakyat Indonesia pada waktu itu.


Perlu dikemukakan di sini apa yang disebut dengan marhaenisme, marhaen, dan marhaenis seperti yang terdapat dalam buku tersebut:

Marhaenisme adalah asas yang menghendaki susunan mayarakat dan negara yang di dalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen.

Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau yang lebih tepat yang telah dimelaratkan oleh sistem kapitalisme dan kolonialisme. Kaum Marhaen terdiri dari tiga unsur, yaitu: kaum proletar (buruh), kaum petani melarat, dan kaum melarat Indonesia lainnya.


Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot bangsa yang menghimpun berjuta-juta kaum Marhaen dan bersama-sama massa Marhaen itu hendaknya menumbangkan kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme. Mereka bersama-sama kaum Marhaen bekerja keras membangun negara dan bangsa yang kuat, bahagia, sentosa, adil dan makmur.


Kaum tertindas adalah rakyat jelata yang merupakan bagian terbesar dalam masyarakat manapun juga. Mereka menderita lahir batin selama puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun oleh tindakan golongan yang lebih kuat atau sedang berkuasa. Mereka menderita bukan hanya penindasan oleh golongan yang berkuasa tetapi juga karena kebodohan, kurang pengertian, dan kurang kesadaran. Karena kebodohan dan kurang kesadaran inilah penindasan berlangsung terus-menerus. Mereka menderita karena sistem feodal, imperialime, kolonialisme, atau kapitalisme.


Tujuan dari perjuangan marhaenis adalah: "Masyarakat marhaenis atau masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila". Oleh karenanya Marhaenisme disebut juga sosio nasionalisme.


"Marhaen" diambil dari nama seorang petani yang ditemui Soekarno. Ia adalah seorang petani dari Bandung selatan. Marhaen digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat Indonesia yang menderita/sengsara bukan karena kemalasan atau kebodohannya, akan tetapi sengsara atau disengsarakan oleh sistem kapitalisme-kolonialisme.



Seperti dikatakan dalam buku ini, terbentuknya masyarakat marhaenis yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila merupakan tujuan Marhaenisme. Cara perjuangan Marhaenisme intinya ialah massa-aksi yang radikal revolusioner (hal. 85).


Untuk mengetahui latar belakang pemikiran Marhaenisme maka buku tipis ini layak dibaca, meskipun dirumuskan oleh Panitia Lima, tetapi sudah mendapat persetujuan penggagasnya, Soekarno. Untuk diterapkan pada masa sekarang perlu dirumuskan kembali doktrin-doktrin perjuangannya sesuai keadaaan tanpa menghilangkan tujuan akhir negara Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.


Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen!
Agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni!

Dan agar yang tidak murni terbakar mati!



Soekarno (1959)
Read full post »
 

Copyright © Hidup adalah Perjuangan Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger